MediaSolo mencatat pemerintah kembali menempatkan AI dan semikonduktor Indonesia sebagai sektor penting untuk mempercepat transformasi ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 6 Oktober 2026 menilai Indonesia perlu bergerak lebih cepat pada digitalisasi, kecerdasan buatan, industri chip, dan jasa berbasis teknologi apabila ingin mengejar pertumbuhan negara seperti Vietnam.

Pernyataan itu muncul ketika Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi 9,95 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Airlangga menilai capaian tersebut antara lain didukung kemampuan negara tersebut mengembangkan industri bernilai tambah tinggi, bukan hanya mengandalkan pengolahan sumber daya alam.

Bagi Indonesia, hilirisasi tetap menjadi bagian penting dari strategi ekonomi. Namun pemerintah mulai menekankan bahwa tahap berikutnya membutuhkan teknologi dengan nilai tambah dan produktivitas lebih tinggi.

AI dan Semikonduktor Indonesia Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Airlangga menggambarkan perkembangan industri dalam beberapa tahapan. Ekonomi berbasis pertanian menjadi fondasi awal, kemudian berkembang menuju industrialisasi dan akhirnya memasuki sektor teknologi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan jasa.

Menurut ANTARA, Indonesia dinilai perlu mempercepat masuk ke tahapan terakhir tersebut agar mampu meningkatkan produktivitas dan mempertahankan daya saing kawasan.

Semikonduktor menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena hampir seluruh teknologi modern bergantung pada chip. Industri kendaraan listrik, pusat data, ponsel, perangkat komunikasi hingga AI membutuhkan komponen tersebut.

Indonesia sejauh ini telah memiliki aktivitas perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor. Tantangan berikutnya adalah memperkuat kemampuan desain chip serta menciptakan lebih banyak tenaga ahli lokal.

Pemerintah juga telah menjalin kerja sama dengan Arm untuk memperkuat ekosistem semikonduktor. Salah satu targetnya adalah pengembangan ribuan insinyur Indonesia yang mampu masuk ke rantai industri chip global.

Ekonomi Digital Tidak Cukup Hanya Menjadi Pasar

Indonesia memiliki salah satu pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Jumlah pengguna internet yang besar membuat layanan perdagangan elektronik, pembayaran digital, cloud, dan aplikasi berbasis AI berkembang cepat.

Namun pemerintah menilai posisi sebagai pasar saja tidak cukup.

Kementerian Komunikasi dan Digital pada 6 Oktober 2026 menegaskan Indonesia ingin berkembang menjadi basis produksi, inovasi, dan investasi digital di kawasan.

Menurut Komdigi, arah tersebut didukung pembangunan pusat data, komputasi awan, pengembangan AI, peningkatan talenta digital, serta penciptaan kepastian regulasi bagi investor.

Pemerintah ingin investasi teknologi membawa lebih dari sekadar modal. Transfer kemampuan, pengembangan tenaga kerja, kegiatan riset, dan keterlibatan perusahaan lokal juga menjadi bagian yang diharapkan dari investasi tersebut.

Pusat Data Ikut Masuk Agenda

Pertumbuhan AI tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan komputasi.

Model kecerdasan buatan membutuhkan infrastruktur pusat data, jaringan, listrik, serta sistem pendinginan yang stabil. Karena itu, pembangunan data center mulai dipandang sebagai bagian dari strategi industri.

Indonesia memiliki keunggulan berupa pasar domestik besar, ketersediaan lahan, dan kebutuhan layanan digital yang terus meningkat.

Namun, pusat data juga membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar. Harga dan keandalan listrik kemudian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan teknologi dalam menempatkan fasilitas mereka.

Pemerintah menilai kombinasi energi, air, konektivitas serat optik dan satelit menjadi modal untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri tersebut.

Transformasi ini juga perlu memperhitungkan penggunaan energi yang semakin hijau agar ekspansi teknologi tidak menambah tekanan lingkungan secara berlebihan.

Investasi Global Mulai Masuk

Sejumlah perusahaan teknologi telah mengumumkan investasi untuk memperluas layanan cloud dan AI di Indonesia.

Microsoft, misalnya, mengumumkan investasi senilai 1,7 miliar dolar AS dalam pengembangan cloud dan AI.

Komdigi menyebut investasi tersebut memiliki potensi memberikan dampak ekonomi sekitar 2,5 miliar dolar AS serta mendukung puluhan ribu lapangan kerja hingga 2028.

Amazon Web Services juga telah menanamkan investasi sejak 2021 dengan komitmen jangka panjang hingga 2036.

Masuknya investasi ini memperlihatkan besarnya potensi pasar Indonesia.

Namun, manfaat ekonomi akan lebih besar apabila tenaga kerja dan perusahaan lokal mendapat kesempatan masuk ke rantai teknologi yang terbentuk.

Talenta Digital Menjadi Tantangan Besar

Infrastruktur teknologi dapat dibangun relatif cepat dibandingkan kemampuan manusia.

Karena itu, ketersediaan insinyur, pengembang AI, ahli keamanan siber, teknisi pusat data, dan perancang chip menjadi bagian penting dari strategi pemerintah.

Tanpa talenta lokal yang cukup, Indonesia berisiko memiliki infrastruktur canggih tetapi tetap bergantung pada tenaga ahli dari luar.

Pendidikan tinggi, pelatihan industri, serta kerja sama antara kampus dan perusahaan kemudian menjadi faktor utama.

Pengembangan talenta juga tidak cukup berhenti pada sertifikat.

Kemampuan mengerjakan proyek nyata, memahami masalah industri, dan menciptakan produk menjadi pembeda ketika lulusan memasuki pasar kerja.

Persaingan dengan Vietnam Jadi Alarm

Vietnam kerap menjadi pembanding karena berhasil menarik investasi besar pada sektor elektronik dan manufaktur teknologi.

Banyak perusahaan global menempatkan fasilitas produksi di negara tersebut sebagai bagian dari diversifikasi rantai pasok.

Indonesia mempunyai keunggulan berupa pasar yang lebih besar dan sumber daya alam.

Tetapi sektor teknologi membutuhkan faktor berbeda, seperti kualitas tenaga kerja, kepastian aturan, efisiensi logistik, dan ekosistem pemasok.

Karena itu, mengejar pertumbuhan Vietnam tidak dapat dilakukan hanya melalui pembangunan fasilitas baru.

Indonesia juga perlu memastikan regulasi, pendidikan, riset, dan kebutuhan industri bergerak pada arah yang sama.

Tahap Berikutnya Ditentukan Implementasi

Dorongan memperkuat AI dan semikonduktor Indonesia menunjukkan arah kebijakan ekonomi yang semakin dekat dengan industri berbasis pengetahuan.

Tantangannya kini berada pada pelaksanaan.

Investasi perlu menghasilkan transfer teknologi. Program talenta harus mampu mencetak pekerja yang benar-benar dibutuhkan industri. Pusat data perlu dibangun dengan energi yang memadai dan berkelanjutan.

Pada saat bersamaan, perusahaan lokal membutuhkan ruang untuk masuk ke ekosistem baru tersebut.

Jika rangkaian itu dapat berjalan bersama, digitalisasi tidak hanya meningkatkan penggunaan teknologi di masyarakat.

Indonesia berpeluang mengubah posisi dari konsumen menjadi salah satu produsen dan pengembang teknologi di Asia Tenggara.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *