Scroll to read post
Example 325x300
Example floating
Example floating

Novo Nordisk Kejar Suntikan Obesitas Jangka Panjang

admin
Example 468x60
A-AA+A++

MediaSolo mencatat Novo Nordisk memperluas riset obat obesitas dan diabetes melalui kerja sama dengan perusahaan farmasi Swedia Nanexa. Kesepakatan tersebut memberi Novo lisensi eksklusif global atas teknologi PharmaShell milik Nanexa untuk sejumlah obat peptida pada obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiometabolik. Kedua perusahaan menargetkan teknologi yang kelak dapat membuat obat suntik bekerja lebih lama, termasuk kemungkinan pemberian satu kali setiap bulan atau bahkan tiga bulan. Namun, proyek ini masih berada pada tahap pengembangan sehingga belum ada obat baru dari kerja sama tersebut yang siap digunakan pasien.

Nilai kesepakatan dapat mencapai 1,165 miliar euro jika seluruh target pengembangan, regulasi, dan komersialisasi tercapai.

Example 300x600

Nanexa menerima kombinasi pembayaran awal dan potensi milestone, sementara Novo Nordisk memimpin pengembangan global serta proses komersialisasi.

Targetnya Bukan Sekadar Membuat Obat Baru

Fokus utama kerja sama ini berada pada cara obat masuk dan bertahan di dalam tubuh.

Banyak obat peptida membutuhkan jadwal pemberian teratur karena tubuh memecah bahan aktif dalam periode tertentu.

Teknologi pelepasan jangka panjang mencoba memperpanjang waktu kerja obat sehingga pasien tidak perlu melakukan injeksi sesering sebelumnya.

Nanexa mengembangkan PharmaShell dengan teknologi atomic layer deposition.

Perusahaan membungkus partikel obat menggunakan lapisan sangat tipis untuk mengendalikan kecepatan pelepasan zat aktif.

Lapisan tersebut dapat membantu obat keluar secara bertahap selama periode yang lebih panjang.

Menurut pengumuman Nanexa, program kerja sama mencakup hingga lima proyek pengembangan dengan target frekuensi bulanan maupun triwulanan.

Jadwal Suntikan Bisa Mempengaruhi Kepatuhan

Frekuensi pengobatan sering menjadi bagian penting dari pengalaman pasien.

Seseorang yang harus menggunakan terapi berulang dalam jangka panjang perlu menjaga jadwal secara konsisten.

Semakin rumit regimen terapi, semakin besar kemungkinan pasien lupa atau menunda dosis.

Karena itu, industri farmasi terus mencari teknologi yang dapat memperpanjang interval pemberian.

Suntikan bulanan atau tiga bulanan berpotensi mengurangi jumlah kunjungan dan aktivitas pemberian obat.

Namun, interval lebih panjang juga membawa tuntutan keamanan yang lebih tinggi.

Jika sebuah dosis bertahan berbulan-bulan, dokter membutuhkan pemahaman kuat mengenai bagaimana tubuh melepaskan obat tersebut dan apa yang terjadi ketika muncul efek samping.

Obesitas Menjadi Pasar Farmasi yang Sangat Kompetitif

Perkembangan obat GLP-1 telah mengubah pendekatan terhadap obesitas dan diabetes tipe 2.

Permintaan global tumbuh cepat karena terapi generasi baru mampu menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar dibanding banyak pilihan lama.

Novo Nordisk dan Eli Lilly saat ini menjadi dua pemain utama, tetapi perusahaan lain juga menyiapkan obat baru dalam bentuk suntikan maupun tablet.

Persaingan tidak lagi hanya soal seberapa besar berat badan dapat turun.

Perusahaan juga mengejar kenyamanan, frekuensi dosis, efek samping, harga, dan kemudahan distribusi.

Teknologi pelepasan jangka panjang dapat menjadi salah satu pembeda apabila berhasil melewati uji klinis.

Belum Tentu Semua Program Menjadi Produk

Nilai kesepakatan yang besar mudah membuat publik menganggap obat baru tinggal menunggu waktu.

Kenyataannya, pengembangan farmasi mempunyai tingkat kegagalan tinggi.

Kandidat obat harus melewati penelitian laboratorium, uji keamanan, uji klinis pada manusia, hingga evaluasi regulator.

Sebagian program berhenti karena efektivitas tidak cukup baik.

Program lain dapat menghadapi masalah tolerabilitas atau produksi.

Angka 1,165 miliar euro juga bukan pembayaran tunai penuh yang langsung berpindah.

Sebagian besar nilai bergantung pada keberhasilan mencapai target tertentu.

Teknologi Penghantaran Obat Semakin Penting

Selama bertahun-tahun, industri sering menyoroti molekul obat sebagai pusat inovasi.

Sekarang cara penghantaran obat juga mendapat perhatian besar.

Molekul yang efektif dapat menjadi lebih praktis ketika perusahaan menemukan formulasi yang membuatnya bertahan lebih lama.

Teknologi ini juga dapat memberi umur baru pada obat yang sudah dikenal.

Produsen bisa mengembangkan versi dengan jadwal pemberian lebih jarang tanpa harus mengganti seluruh mekanisme biologis obat.

Namun, formulasi baru tetap membutuhkan evaluasi.

Tubuh dapat bereaksi berbeda terhadap pelepasan lambat dibanding dosis yang masuk sekaligus.

Diabetes Tipe 2 Ikut Masuk Program

Kesepakatan tidak hanya berfokus pada obesitas.

Nanexa menyebut diabetes tipe 2 dan penyakit kardiometabolik lain sebagai area yang masuk cakupan lisensi.

Hal ini masuk akal karena banyak obat metabolik bekerja pada jalur biologis yang saling berhubungan.

Obesitas meningkatkan risiko sejumlah kondisi metabolik.

Pasien diabetes juga sering membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Jika teknologi dapat membuat pemberian obat lebih jarang tanpa mengurangi keamanan dan efektivitas, manfaat praktisnya bisa besar.

Harga Tetap Menjadi Pertanyaan

Kemudahan dosis tidak otomatis membuat terapi lebih mudah diakses.

Obat obesitas generasi baru masih mempunyai harga tinggi di banyak negara.

Permintaan yang besar juga sempat menciptakan masalah pasokan.

Formulasi jangka panjang mungkin mengurangi frekuensi injeksi, tetapi biaya produksi serta harga akhir belum diketahui.

Perusahaan baru dapat menjawab pertanyaan tersebut jika salah satu program benar-benar masuk tahap komersial.

Sampai saat itu, pembahasan harga masih terlalu dini.

Pasien Tidak Perlu Mengubah Terapi Sekarang

Pengumuman kerja sama farmasi seperti ini tidak mengubah pedoman terapi hari ini.

Pasien yang menggunakan obat obesitas atau diabetes sebaiknya tetap mengikuti resep tenaga medis.

Tidak ada alasan mengganti obat hanya karena sebuah perusahaan sedang mengembangkan teknologi baru.

Dokter memilih terapi berdasarkan kondisi pasien, riwayat kesehatan, efek samping, ketersediaan, serta manfaat yang sudah terbukti.

Produk eksperimental belum mempunyai data yang cukup untuk keputusan klinis rutin.

Persaingan Berikutnya Ada pada Kenyamanan

Kerja sama Novo Nordisk dan Nanexa menunjukkan arah baru persaingan obat metabolik.

Setelah industri berhasil menghasilkan terapi yang semakin efektif, perhatian mulai bergeser pada bagaimana membuat pengobatan lebih mudah dijalani.

Suntikan bulanan atau triwulanan bisa menjadi salah satu jawabannya.

Namun, perjalanan menuju produk nyata masih panjang.

Keberhasilan baru bisa dinilai ketika data klinis menunjukkan obat mampu mempertahankan efektivitas, keamanan, dan profil pelepasan yang stabil.

Untuk sekarang, pengumuman ini lebih tepat dibaca sebagai investasi besar pada teknologi penghantaran obat—bukan sebagai peluncuran terapi baru.

Example 300250
Example 120x600

Related Posts

No Response

There are no comments yet.
Be the first to comment here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Example 728x250