
MediaSolo menilai pertengahan September 2026 menjadi momentum krusial bagi pasar otomotif Jawa Barat seusai digelarnya GIIAS Bandung 2026 pada 13 September di Sudirman Grand Ballroom. Pameran lima hari yang menghadirkan 16 merek kendaraan penumpang ini menegaskan pergeseran tren, di mana mobil listrik kini mulai bersaing ketat secara langsung dengan kendaraan bensin dan hybrid.
Pameran menghadirkan 16 merek kendaraan penumpang, termasuk Toyota, Honda, Mazda, Wuling, BYD, Chery, Suzuki, BAIC, iCAR, Changan, Jetour, hingga VinFast. Lima merek tercatat sebagai peserta baru atau kembali hadir, yaitu Jetour, Kia, Changan, iCAR, dan Triumph.
BAIC T1 Keluar sebagai Hatchback Favorit
Salah satu kabar terbaru setelah pameran berakhir datang dari BAIC. Pada 16 September, penyelenggara mengumumkan BAIC T1 sebagai Most Favorite Car untuk kategori Passenger Car Hatchback.
T1 memiliki posisi khusus karena menjadi battery electric vehicle pertama BAIC yang dipasarkan di Indonesia. Mobil ini dirancang untuk mobilitas perkotaan dengan bentuk hatchback kompak, tetapi membawa pendekatan desain yang cukup berbeda dibanding city car listrik pada umumnya.
Respons terhadap T1 sebenarnya mulai terlihat sejak GIIAS utama sebelumnya. BAIC mencatat 139 surat pemesanan kendaraan untuk T1, sementara seluruh produknya membukukan 407 SPK selama pameran tersebut. Sekitar 200 sampai 300 pengunjung juga mencoba T1 melalui sesi test drive.
Penghargaan di Bandung kemudian memberi gambaran bahwa minat terhadap model tersebut tidak berhenti setelah peluncuran awal. Hasil itu memang bukan ukuran penjualan nasional, tetapi menunjukkan penerimaan pengunjung terhadap segmen EV kompak yang terus berkembang.
Wuling Aira ev Kembali Mengejar Pasar Kota
Wuling juga menjadikan GIIAS Bandung sebagai panggung penting untuk Aira ev. Mobil listrik perkotaan tersebut hadir bersama edisi kolaborasi Disney dan Pixar Toy Story 5 dengan tiga tema karakter: Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie.
Hanya 30 unit versi khusus tersebut yang dibawa untuk rangkaian GIIAS Bandung. Pendekatan ini membuat mobil listrik bukan sekadar dibicarakan lewat baterai atau jarak tempuh, tetapi mulai diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup urban.
Aira ev sebelumnya mencatat respons besar saat GIIAS utama. Model tersebut menghasilkan 2.238 SPK dari total 3.290 pesanan Wuling selama pameran. Sebanyak 1.648 dari 2.203 sesi test drive Wuling juga menggunakan Aira ev.
Mobil ini menawarkan pilihan Standard Range dengan jarak tempuh sampai 205 kilometer berdasarkan standar CLTC serta Long Range hingga 301 kilometer. Produksinya berlangsung di fasilitas Wuling Cikarang, Jawa Barat.
Kehadiran model tersebut di Bandung mempertegas persaingan EV entry-level. Pembeli kini tidak hanya membandingkan mobil listrik dengan kendaraan bensin, tetapi juga membandingkan sesama EV berdasarkan harga, ukuran kabin, kemampuan fast charging, garansi, dan jaringan layanan.
Mazda CX-30 Bawa Cerita Produksi Lokal
Perubahan lain datang dari Mazda. The New Mazda CX-30 menjadi model pertama Mazda yang dirakit secara lokal melalui Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Bogor.
Fasilitas tersebut menjadi langkah penting karena Mazda sebelumnya lebih identik dengan produk impor. Pabriknya memiliki kapasitas lebih dari 10 ribu unit per tahun dalam skema operasional dua shift.
Pada GIIAS Bandung, Mazda membawa CX-30 bersama All-New CX-5 serta mobil listrik Mazda 6e Fastback. Pengunjung juga mendapat kesempatan mencoba CX-30 melalui test drive. Informasi dari Mazda Indonesia menempatkan produksi lokal sebagai bagian utama dari strategi jangka panjang merek tersebut di Indonesia.
Langkah CKD ini memiliki arti berbeda dari sekadar memperkenalkan model baru. Produksi lokal dapat memengaruhi struktur pasokan, waktu distribusi, penggunaan komponen dalam negeri, dan kemampuan pabrikan merespons permintaan pasar.
iCAR Bawa SUV Listrik dengan Gaya Retro
Persaingan kendaraan listrik di Bandung juga makin beragam lewat kehadiran iCAR. Sub-brand Chery Group tersebut menampilkan V23 dan membuka pemesanan untuk V27.
Keduanya membawa desain SUV yang menggabungkan gaya boxy dan retro dengan teknologi elektrifikasi. Strategi tersebut berbeda dibanding city EV seperti Aira ev atau hatchback kompak BAIC T1.
iCAR menilai Jawa Barat sebagai pasar penting karena konsumennya dinamis dan cukup terbuka terhadap teknologi kendaraan baru. Kehadirannya juga menambah daftar merek China yang kini bermain di Indonesia dengan karakter produk semakin spesifik, tidak lagi hanya mengandalkan harga rendah.
Persaingan itu membuat konsumen memiliki opsi lebih luas. Mobil listrik kini tersedia dalam bentuk hatchback, city car, crossover, sampai SUV bergaya petualang.
Hybrid Belum Kehilangan Tempat
Walau EV mendapat sorotan besar, teknologi hybrid tetap memiliki ruang. Suzuki membawa XL7 New Alpha Hybrid, Fronx SGX Hybrid Kuro, dan Grand Vitara selama lima hari pameran.
Ketiga model dapat dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive. Suzuki juga menggabungkan kehadiran produk dengan program pembelian khusus selama GIIAS Bandung.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa transisi elektrifikasi di Indonesia belum bergerak menuju satu teknologi tunggal. Konsumen yang belum siap berpindah ke BEV masih dapat memilih hybrid karena tidak memerlukan perubahan kebiasaan pengisian energi secara drastis.
Diskon Pajak Ikut Mendukung Momentum Pameran
Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut memanfaatkan GIIAS Bandung untuk mendorong transaksi otomotif. Saat pembukaan pada 9 September, pemerintah daerah menyampaikan program diskon Bea Balik Nama dan pajak kendaraan sebagai bagian dari dukungan terhadap industri.
Jawa Barat sendiri dipandang penting oleh industri otomotif karena konsisten menjadi salah satu pasar kendaraan terbesar di Indonesia. Karena itu, GIIAS Bandung bukan hanya perpanjangan dari pameran utama di Tangerang.
Bagi produsen, Bandung berfungsi sebagai tempat untuk menguji respons konsumen daerah terhadap kendaraan baru yang sebelumnya diperkenalkan secara nasional.
GIIAS Bandung Tunjukkan Arah Pasar Berikutnya
Setelah pameran resmi berakhir, GAIKINDO Bandung mengumumkan sejumlah kendaraan dan booth favorit pada 16 September. BAIC T1 termasuk model yang memperoleh penghargaan, memperkuat kesan bahwa kendaraan listrik menjadi salah satu pusat perhatian tahun ini.
Hal paling menarik dari GIIAS Bandung 2026 bukan sekadar jumlah mobil yang dipajang. Pameran memperlihatkan bagaimana pasar mulai terpecah menjadi beberapa arah sekaligus.
EV murah mengejar pengguna perkotaan. SUV listrik menawarkan gaya hidup berbeda. Hybrid tetap menjadi opsi transisi. Sementara merek seperti Mazda memperkuat produksi lokal untuk menghadapi persaingan jangka panjang.
Karena itu, September 2026 menjadi lebih relevan daripada sekadar melihat angka penjualan bulan sebelumnya. Produk yang mendapat respons kuat di Bandung akan menghadapi ujian berikutnya saat masuk ke penjualan reguler setelah pameran. Baru dari sana terlihat apakah antusiasme selama GIIAS benar-benar berubah menjadi permintaan pasar yang berkelanjutan.










No Response